iNews Football – Sejak lama, Liverpool dikenal sebagai tim dengan semangat juang tinggi hingga peluit akhir berbunyi. Data terbaru dari Opta semakin menguatkan reputasi itu. Sejak tahun 2006, The Reds tercatat sebagai klub dengan gol terbanyak di injury time babak kedua Premier League, yaitu mencapai 46 gol. Catatan ini membuktikan bahwa Liverpool sering menjadikan menit-menit akhir laga sebagai momen paling menentukan.
“Baca Juga : Start Lambat Manchester United Tak Goyahkan Ambisi Juara”
Gol-gol di injury time sering kali menghadirkan euforia luar biasa, baik di Anfield maupun saat bermain tandang. Tidak jarang, kemenangan dramatis lahir dari usaha keras Liverpool di masa tambahan waktu. Hal ini semakin mempertegas karakter tim yang tak pernah menyerah hingga detik terakhir.
Tottenham Hotspur Jadi Korban Menit Akhir
Jika Liverpool dikenal sebagai tim yang gemar mencetak gol di injury time, maka Tottenham Hotspur justru sebaliknya. Masih berdasarkan data Opta, Spurs menjadi klub yang paling sering kebobolan di injury time Premier League sejak 2006. Fakta ini tentu menjadi ironi bagi tim yang kerap bersaing di papan atas.
“Simak Juga : Canelo vs Terence Crawford, Naoya Inoue vs Murodjon: Duel Juara Tak Terbantahkan”
Kebobolan di menit akhir tak hanya menghilangkan poin berharga, tetapi juga meninggalkan rasa frustrasi bagi pemain dan fans. Tottenham kerap kehilangan momentum hanya karena kurang konsentrasi di menit-menit krusial.
Drama Menit Akhir Jadi Warna Premier League
Gol di masa injury time selalu menjadi bumbu khas Premier League. Momen itu bisa mengubah hasil pertandingan secara dramatis—dari seri menjadi menang, atau dari kemenangan di depan mata berubah jadi kekalahan. Liverpool menjadikan injury time sebagai senjata pamungkas, sementara Tottenham justru sering terkena kutukan di periode tersebut.