iNews Football – Bayer Leverkusen mengambil keputusan mengejutkan. Baru dua bulan menukangi tim, Erik ten Hag resmi didepak dari kursi pelatih, meski baru memimpin dua laga di Bundesliga musim 2025/2026.
Awal Singkat yang Mengecewakan
Ten Hag ditunjuk pada 1 Juli 2025 untuk menggantikan Xabi Alonso, yang hengkang ke Real Madrid. Harapannya, mantan manajer Manchester United itu bisa meneruskan jejak Alonso yang sukses membawa Leverkusen berjaya di Bundesliga.
Namun, kenyataan jauh dari ekspektasi. Dari dua laga awal, Leverkusen besutan Ten Hag hanya meraih satu imbang dan sekali kalah. Rekornya di laga pramusim pun tak lebih baik, dengan lebih banyak menelan kekalahan ketimbang kemenangan.
“Baca Juga : Rodri Kritik Manchester City Usai Kalah dari Brighton”
Krisis Skuad Jadi Faktor
Salah satu alasan sulitnya Ten Hag membangun tim adalah kepergian delapan pemain inti. Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz memilih hijrah ke Liverpool, Jonathan Tah menuju Bayern Munich, sementara Piero Hincapié berlabuh ke Arsenal.
Leverkusen sebenarnya mendatangkan 13 pemain baru untuk menutup lubang. Sayangnya, waktu yang singkat membuat Ten Hag kesulitan meramu tim agar segera tampil padu.
Ten Hag: Tidak Diberi Kesempatan
Melalui pernyataan resmi dari agensinya, SEG Football, Ten Hag mengaku kecewa dengan keputusan kilat manajemen Leverkusen.
“Musim panas ini, banyak pemain kunci meninggalkan tim. Membangun skuad baru adalah proses yang penuh kehati-hatian, membutuhkan waktu dan kepercayaan. Seorang pelatih seharusnya diberi ruang untuk mewujudkan visinya,” ujar Ten Hag.
“Simak Juga : Brian Mendoza Tolak Tantangan Duel Lawan Jaron Ennis: Alasannya Masuk Akal?”
Pesangon Fantastis
Meski singkat, masa bakti Ten Hag di Leverkusen bukan tanpa ‘hadiah’. Ia dan timnya dilaporkan akan menerima pesangon hingga 25 juta Euro, atau sekitar Rp 479 miliar. Angka yang cukup fantastis untuk pelatih yang hanya memimpin tim seumur jagung.
Kini, publik menunggu ke mana langkah Ten Hag berikutnya. Apakah ia akan kembali mencari tantangan di Eropa, atau memilih rehat setelah pengalaman singkat yang penuh drama di Leverkusen?