iNews Football – Marcus Rashford mengawali petualangannya bersama Barcelona dengan cukup meyakinkan sejak dipinjamkan dari Manchester United pada musim panas lalu. Penyerang asal Inggris itu bahkan secara terbuka menyatakan keinginannya bertahan secara permanen di Camp Nou.
Performa impresifnya di Liga Champions saat menghadapi Newcastle United menjadi bukti nyata kualitas Marcus Rashford. Dalam laga di St James’ Park, Jumat (19/9/2025) dini hari WIB, ia mencetak dua gol yang memastikan kemenangan 2-1 untuk Barcelona. Penampilan tersebut dipuji banyak pihak sebagai awal jalan penebusan setelah periode sulit bersama Manchester United.
Namun, momentum positif itu seakan terhenti. Pada laga La Liga melawan Getafe, Senin dini hari WIB, Rashford justru tidak tampil sejak awal. Bukan karena alasan teknis, melainkan akibat hukuman disiplin dari pelatih Hansi Flick. Rashford dilaporkan datang terlambat dalam sesi latihan sebelum pertandingan, sehingga harus rela duduk di bangku cadangan.
“Baca Juga : Cristiano Ronaldo Bela Joao Felix Usai Keputusan Gabung Al Nassr Jadi Sorotan”
Kritik dan Nasihat Alan Shearer
Sikap Rashford itu menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk legenda sepak bola Inggris, Alan Shearer. Menurutnya, sang penyerang harus segera memperbaiki sikap profesional jika ingin bertahan di Barcelona.
“Dia tampil luar biasa saat melawan Newcastle. Gol keduanya, khususnya, benar-benar sensasional. Tapi, Anda tidak bisa bersikap tidak profesional. Mau terlambat dua menit atau 20 menit, tetap saja terlambat. Rekan setim Anda tidak seharusnya menunggu,” kata Shearer, dikutip dari Sport.
Shearer menegaskan, status Rashford yang hanya pemain pinjaman membuat posisinya lebih rapuh dibanding pemain lain. “Kalau ingin bertahan di sana, dia harus berubah. Di klub sebesar Barcelona, selalu ada pemain lain yang siap menggantikan,” tambahnya.
“Simak Juga : Erling Haaland Dapat Sorotan, Manchester City Gagal Kalahkan Arsenal”
Pelajaran Berharga untuk Masa Depan
Hukuman dari Flick bisa menjadi momen penting bagi Rashford untuk belajar disiplin. Sebab, meski bakatnya di lapangan tidak diragukan, masa depannya di Barcelona masih penuh ketidakpastian.
Berbeda dengan mayoritas rekan setim yang memiliki kontrak jangka panjang, Rashford harus membuktikan diri baik dari sisi performa maupun sikap profesional. Jika bisa menjaga konsistensi sekaligus memperbaiki etika kerja, peluangnya untuk menjadi bagian permanen dari Barcelona tetap terbuka lebar.
Bagi Rashford, tantangan di Barcelona bukan hanya mencetak gol, tetapi juga membangun reputasi sebagai pemain yang bisa diandalkan di dalam maupun luar lapangan.