iNews Football – Ruang ganti Manchester United (MU) dikabarkan mulai memanas setelah awal musim yang buruk di Premier League 2025/2026. Kekalahan 1-3 dari Brentford di Stadion Komunitas Gtech, Sabtu (27/9/2025), menjadi pukulan telak yang semakin memperburuk atmosfer internal tim.
Awal Musim Mengecewakan
Setan Merah kini telah menelan tiga kekalahan di liga dan juga tersingkir dari Piala Carabao setelah kalah adu penalti dari tim kasta bawah, Grimsby. Menurut laporan The Sun, para pemain MU terkejut dengan performa buruk tim, terutama karena pramusim di Amerika Serikat sempat memberikan optimisme besar.
Namun, kenyataan di lapangan berbeda. Di bawah arahan Ruben Amorim, United hanya mampu mengumpulkan 34 poin dari 33 pertandingan, dengan sembilan kemenangan. Catatan ini membuat sebagian pemain mulai meragukan kapasitas sang pelatih untuk membawa klub keluar dari keterpurukan.
“Baca Juga : Wilfred Benitez, Juara Dunia Termuda Penakluk Roberto Duran yang Dilupakan”
Start Terburuk Sejak Era Premier League
Ekspektasi terhadap Amorim cukup tinggi saat ia didatangkan dari Sporting CP pada November lalu. Ia dianggap sosok yang tepat untuk membangun kembali United pasca-era Erik ten Hag. Namun, Premier League terbukti menjadi tantangan berbeda.
United kini mencatat start terburuk mereka sejak Premier League bergulir pada musim 1992/1993. Ironisnya, di bawah Amorim, tim belum pernah menang dua kali beruntun di liga. Mereka seperti kehilangan identitas: tidak cukup agresif saat menyerang, rapuh ketika bertahan, dan minim improvisasi.
Jika situasi ini tidak segera diperbaiki, proyek besar INEOS yang menaungi MU bisa kembali menemui jalan buntu.
Strategi Taktis yang Dipertanyakan
Secara taktik, kelemahan United sangat jelas terlihat. Formasi 3-4-3 yang diusung Amorim sering membuat lini tengah kalah jumlah. Kombinasi Manuel Ugarte dan Bruno Fernandes gagal menguasai jalannya permainan, sehingga lawan mudah mendominasi.
Gol pertama Brentford menjadi contoh nyata. Matheus Cunha kehilangan bola, Jordan Henderson mengirim umpan panjang, dan Igor Thiago mencetak gol. Amorim mengaku sudah melatih situasi tersebut, tetapi kesalahan Harry Maguire dalam jebakan offside membuat pertahanan MU kecolongan.
Bursa Transfer yang Gagal Menjawab Kebutuhan
Belanja besar MU di musim panas juga menuai kritik. Klub menghabiskan hampir £200 juta untuk mendatangkan Benjamin Sesko, Cunha, dan Bryan Mbeumo. Namun, mereka gagal merekrut gelandang bertahan atau kreatif yang sangat dibutuhkan.
Alhasil, lini tengah tetap menjadi titik lemah. Sesko memang mencetak gol perdananya di Premier League dalam laga melawan Brentford, tetapi itu pun datang dari situasi berantakan setelah dua kali gagal menuntaskan peluang.
Apa Selanjutnya untuk MU?
Dengan kondisi ruang ganti yang panas, rasa frustrasi pemain yang meningkat, serta tekanan besar dari fans, Amorim kini berada di ujung tanduk. Jika tidak segera menemukan solusi, Manchester United bisa kembali terjerumus dalam krisis berkepanjangan.