iNews Football – Saat tekanan begitu tinggi menjelang laga penting melawan Irak dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia justru mendapat dukungan tak terduga dari pelatih Timnas India U-22, Naushad Moosa. Pelatih yang baru saja memimpin kemenangan India U-22 atas Garuda Muda itu menunjukkan sikap sportif dan respek tinggi terhadap perjuangan Indonesia.
Dalam wawancaranya usai laga uji coba, Moosa dengan tegas menyatakan bahwa dia tidak ingin mencampuri urusan teknis tim Indonesia. Namun, satu hal yang dia berikan tanpa ragu adalah doa dan dukungan moral.
“Saya tidak ingin memberi tahu Timnas Indonesia cara bermain karena mereka punya pelatih yang bagus. Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk tim ini dalam pertandingan melawan Irak,” ujar Moosa dikutip dari Antara.
Pernyataan singkat itu membawa makna dalam. Di tengah kerasnya persaingan, masih ada respek antar pelatih dan pengakuan terhadap proses yang sedang dijalani Timnas Indonesia.
Kekalahan yang Menjadi Peringatan
Laga uji coba antara Indonesia U-22 melawan India U-22 pada Jumat, 10 Oktober 2025 di Stadion Madya, Jakarta, memang berakhir pahit bagi tuan rumah. Skor akhir 1-2 menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, terutama dari sisi konsistensi permainan dan konsentrasi lini belakang.
Namun, kekalahan ini justru membawa pelajaran penting menjelang laga senior Timnas melawan Irak. Mental bertanding, kemampuan adaptasi, dan efisiensi penyelesaian peluang menjadi sorotan utama yang harus dibawa ke laga sesungguhnya di kualifikasi.
Naushad Moosa, yang menyaksikan langsung performa para pemain muda Indonesia, memberikan penilaian netral dan jujur. Ia mengakui kualitas Indonesia, namun juga memberi peringatan bahwa Irak adalah lawan yang sangat kuat.
“Irak adalah tim bagus, mereka kuat. Indonesia harus siap sepenuhnya,” ujar Moosa.
“Baca Juga : Laga Hidup Mati Timnas Indonesia vs Irak: Asa Terakhir di Jeddah”
Laga Penentu di Jeddah
Pertandingan krusial Timnas Indonesia melawan Irak dijadwalkan berlangsung di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB. Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa—ia adalah laga hidup mati.
Saat ini, klasemen sementara Grup B menempatkan Indonesia di posisi juru kunci dengan nol poin dari satu laga. Di atasnya, Irak juga masih dengan nol poin, namun belum bermain. Arab Saudi memimpin grup dengan tiga poin, hasil dari kemenangan atas Indonesia.
Artinya, jika ingin menjaga asa ke putaran kelima, kemenangan atas Irak adalah harga mati.
Irak: Lawan dengan Reputasi Kuat di Asia
Dalam sejarah sepak bola Asia, Irak bukan nama sembarangan. Mereka dikenal sebagai tim yang kuat secara fisik, disiplin dalam bertahan, dan tajam dalam serangan balik. Tim berjuluk Singa Mesopotamia ini memiliki catatan positif melawan Indonesia dalam pertemuan sebelumnya.
Pada laga terakhir mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam putaran kedua kualifikasi, Irak menang atas Indonesia melalui penalti Aymen Hussein. Artinya, Indonesia sudah cukup mengenal karakter lawan—namun tetap harus tampil jauh lebih baik jika ingin membalikkan keadaan.
Bukan Sekadar Skor: Ini Soal Martabat
Dukungan dari Naushad Moosa menjadi pengingat bahwa perjuangan Timnas Indonesia tidak hanya dilihat oleh rakyat sendiri, tapi juga oleh komunitas sepak bola internasional. Moosa, sebagai pelatih dari negara sahabat, melihat potensi besar dalam tim Merah Putih.
Kini, tantangan terbesar ada di pundak para pemain dan pelatih Patrick Kluivert. Mereka harus bisa menyalakan semangat juang, bermain cerdas, dan memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Laga ini bukan hanya soal lolos atau tidak—tapi soal martabat, proses, dan pembuktian.