iNews Football – Ruang ganti Barcelona kembali disorot setelah kekalahan 1-2 dari Real Madrid di ajang El Clasico. Kekalahan itu tidak hanya meninggalkan kekecewaan di lapangan, tetapi juga menimbulkan ketegangan antar pemain. Raphinha secara terbuka mengkritik rekan setimnya, Lamine Yamal, karena komentar kontroversial yang dilontarkan sang pemain muda sebelum pertandingan.
Komentar Yamal yang Picu Kontroversi
Dalam acara Kings League “Chup Chup”, Lamine Yamal sempat menyebut bahwa Real Madrid adalah tim yang “mencuri dan mengeluh.” Ucapan tersebut cepat menyebar di media sosial dan memicu reaksi keras dari para pendukung Madrid. Banyak pihak meyakini komentar itu justru membuat skuad Madrid semakin termotivasi untuk tampil maksimal saat menghadapi Barcelona.
“Baca Juga : Jim Miller Geram soal Insiden Tusukan Mata di UFC 321: “Itu Bukan Kecelakaan Sialan!””
Raphinha Tuding Yamal Belum Dewasa
Usai laga, Raphinha mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap pernyataan Yamal. Ia menilai, komentar seperti itu seharusnya tidak diucapkan menjelang pertandingan sepenting El Clasico. Menurut Raphinha, Yamal masih terlalu muda dan kurang bijak dalam menghadapi tekanan besar di level sepak bola profesional. Kritik ini disebut sebagai bentuk keprihatinan senior terhadap juniornya di tim.
Reaksi Pemain Real Madrid di Lapangan
Pertandingan yang panas di Santiago Bernabeu semakin memanas ketika Dani Carvajal dan Vinicius Junior terlihat mengejek Yamal setelah peluit akhir berbunyi. Beberapa pemain dan ofisial kedua tim sempat terlibat adu mulut di pinggir lapangan. Momen ini memperlihatkan betapa besar dampak ucapan Yamal terhadap rivalitas abadi dua raksasa Spanyol tersebut.
“Simak Juga : Alex Marquez Kunci Runner-up MotoGP 2025, Duet Kakak-Adik Marquez Cetak Sejarah”
Pelatih Barcelona Coba Redam Ketegangan
Asisten pelatih Marcus Sorg, yang menggantikan Hansi Flick karena skorsing, mencoba menenangkan situasi. Ia menyatakan bahwa Yamal masih dalam proses pemulihan performa usai cedera dan butuh waktu untuk kembali stabil. Sorg menegaskan bahwa tim akan mendukung Yamal agar bisa belajar dari kesalahan dan fokus memperbaiki diri di pertandingan selanjutnya.
Drama Ruang Ganti Belum Usai
Meskipun pihak pelatih berusaha meredam konflik, suasana ruang ganti Barcelona diyakini masih tegang. Beberapa pemain dilaporkan terbagi dalam dua kubu yang mendukung Raphinha dan yang membela Yamal. Drama internal ini bisa menjadi ujian berat bagi manajemen dan pelatih untuk menjaga keharmonisan tim di tengah padatnya jadwal kompetisi musim ini.