Inews FootBall – Menjelang laga babak keempat Carabao Cup 2025/2026 melawan Brighton & Hove Albion, Kamis (29/10/2025) dini hari WIB, Arsenal tengah dihadapkan pada badai cedera yang cukup serius. Setelah kemenangan tipis 1-0 atas Crystal Palace di Premier League, sejumlah pemain penting The Gunners harus ditarik keluar karena masalah kebugaran. Padahal, tim asuhan Mikel Arteta sedang berada dalam tren positif dengan 10 laga tanpa kekalahan (9 menang dan 1 imbang). Arteta menyadari laga melawan Brighton menjadi ujian penting untuk menjaga momentum timnya. Meski dihadapkan pada situasi sulit, sang pelatih asal Spanyol menegaskan bahwa Arsenal tetap akan tampil kompetitif dan tidak menjadikan cedera sebagai alasan untuk menurunkan performa.
William Saliba Absen, Lini Belakang Kehilangan Pilar Utama
Kabar buruk datang dari sektor pertahanan. William Saliba, bek tengah andalan Arsenal, harus menepi akibat cedera otot yang dialaminya saat menghadapi Crystal Palace. Arteta mengonfirmasi bahwa pemain asal Prancis itu tidak akan tampil melawan Brighton. “Dia masih dalam tahap evaluasi. Kami ingin memastikan dia benar-benar pulih sebelum kembali bermain,” ujar Arteta. Saliba diperkirakan baru bisa kembali memperkuat tim saat menghadapi Burnley di pekan ke-10 Premier League, pada 1 November mendatang. Absennya Saliba tentu menjadi pukulan, mengingat duetnya bersama Gabriel Magalhães selama ini menjadi fondasi kokoh di lini belakang. Arsenal kemungkinan akan mengandalkan pemain muda seperti Jakub Kiwior atau Ben White untuk mengisi kekosongan tersebut.
Kabar Baik: Declan Rice Siap Tampil di Carabao Cup
Di tengah badai cedera, Arsenal menerima kabar gembira dari lini tengah. Declan Rice dipastikan sudah pulih dan siap diturunkan menghadapi Brighton. Sang gelandang sempat mengalami kelelahan otot dan harus ditarik keluar pada laga sebelumnya. Namun, Arteta memastikan kondisinya kini sudah membaik. “Dia akan tersedia untuk pertandingan ini,” tegas sang pelatih. Kehadiran Rice tentu sangat penting bagi keseimbangan permainan Arsenal. Pemain berusia 26 tahun itu menjadi motor utama dalam transisi bertahan dan menyerang, serta pemimpin di lini tengah. Dengan kembalinya Rice, Arsenal diharapkan bisa tetap mendominasi permainan meski beberapa pemain utama masih absen.
Bukayo Saka Siap Kembali Jadi Andalan di Lini Serang
Setelah sempat dikhawatirkan mengalami cedera ringan, Bukayo Saka kini dinyatakan siap tampil. Winger andalan tim nasional Inggris itu telah mengikuti sesi latihan penuh tanpa kendala. “Ya, dia baik-baik saja dan akan masuk skuad,” kata Arteta. Saka menjadi sosok krusial dalam sistem permainan Arsenal berkat kecepatan, kreativitas, dan ketajamannya dalam menembus pertahanan lawan. Musim ini, ia sudah mencatatkan beberapa gol penting yang membawa The Gunners tetap bersaing di papan atas Premier League. Kembalinya Saka diharapkan dapat menambah daya dobrak Arsenal, terutama saat menghadapi Brighton yang dikenal dengan permainan cepat dan agresif di sektor sayap.
Gabriel Martinelli dan Riccardo Calafiori: Dua Skenario Berbeda
Kabar berbeda datang dari dua pemain Arsenal lainnya, Gabriel Martinelli dan Riccardo Calafiori. Martinelli yang sebelumnya terlihat pincang usai laga kontra Palace dipastikan belum bisa tampil melawan Brighton. “Kami masih menunggu hasil tes lanjutan, tetapi laga ini terlalu cepat untuknya,” jelas Arteta. Penyerang asal Brasil itu kemungkinan baru kembali saat melawan Burnley. Sementara itu, Riccardo Calafiori, bek muda asal Italia, membawa kabar positif. Setelah sempat mengalami masalah kebugaran, ia kini sudah pulih dan siap dimainkan. Arteta mengonfirmasi bahwa Calafiori bisa menjadi opsi di lini belakang bersama Gabriel atau White, terutama untuk menjaga kedalaman skuad di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Martin Odegaard Masih Absen, Proses Pemulihan Berjalan Positif
Kapten tim, Martin Odegaard, masih belum bisa kembali merumput. Gelandang asal Norwegia itu mengalami cedera lutut yang membuatnya menepi dalam beberapa pekan terakhir. Arteta mengakui bahwa pemulihan Ødegaard berjalan baik, namun belum ada tanggal pasti untuk kembalinya. “Sayang sekali musim ini dia sering terganggu cedera, tetapi kami harap dia bisa kembali beberapa minggu lagi,” ungkap Arteta. Pemain berusia 26 tahun itu menjadi nyawa kreativitas di lini tengah Arsenal. Ketidakhadirannya jelas terasa, terutama dalam hal distribusi bola dan menciptakan peluang. Tim medis memperkirakan Odegaard baru bisa kembali setelah jeda internasional pada pertengahan November.
“Simak Juga : Alex Marquez Kunci Runner-up MotoGP 2025, Duet Kakak-Adik Marquez Cetak Sejarah”
Kai Havertz dan Gabriel Jesus Masih Dalam Tahap Pemulihan
Selain nama-nama tersebut, Arsenal juga masih menunggu kabar baik dari Kai Havertz dan Gabriel Jesus. Keduanya belum siap tampil melawan Brighton. Havertz dikabarkan mulai berlatih ringan, sementara Noni Madueke, yang juga sempat cedera, masih menjalani terapi pemulihan. “Mereka berkembang dengan baik, tapi belum siap tampil pekan ini,” jelas Arteta. Sementara itu, Gabriel Jesus yang sempat absen panjang karena cedera ACL terus menunjukkan progres positif. Sang striker asal Brasil mengaku merasa lebih kuat, namun tidak ingin terburu-buru kembali. “Lutut saya merespons dengan baik, tapi saya ingin kembali dalam kondisi sempurna,” ujarnya. Ia diprediksi baru bisa kembali memperkuat tim pada awal tahun 2026.
Semangat Arteta di Tengah Badai Cedera
Meski dihantam badai cedera, Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal tetap fokus menjaga ritme kemenangan. Sang pelatih menyebut momen sulit seperti ini bisa menjadi ujian karakter bagi timnya. “Kami tidak akan mencari alasan. Semua pemain di sini punya peran penting, dan kami akan berjuang bersama,” tegasnya. Arsenal kini berada di jalur positif dan bersaing di puncak klasemen Premier League. Laga melawan Brighton di Carabao Cup menjadi kesempatan bagi pemain muda dan pelapis untuk unjuk kemampuan. Arteta berharap semangat dan kebersamaan tim tetap terjaga, karena dalam sepak bola, ujian sesungguhnya bukan hanya soal kemenangan tetapi bagaimana tim bertahan dan tumbuh ketika badai datang menghampiri.