iNews FootBall – Timur Kapadze kembali menjadi sorotan setelah memberikan apresiasi atas perkembangan pesat Timnas Indonesia. Ia melihat perubahan besar dalam cara Skuad Garuda bermain, terutama dalam dua sampai tiga tahun terakhir. Pendapatnya bukan sekadar pengamatan singkat, tetapi sebuah penilaian mendalam dari sosok yang pernah bertarung melawan generasi muda Indonesia di ajang Asia. Menurutnya, keberhasilan Indonesia mencapai ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 sudah mencerminkan kualitas yang meningkat. Meskipun gagal melaju karena kalah bersaing dengan Arab Saudi dan Irak, Kapadze menilai kekalahan itu bukan tanda kelemahan. Justru, Indonesia sudah berada di jalur yang tepat dan hanya perlu pengalaman lebih untuk bersaing di level tertinggi.
Melihat Kegagalan dari Sudut yang Lebih Positif
Kapadze memandang kegagalan melaju ke putaran final bukan sesuatu yang harus disesali berlebihan. Menurutnya, kualitas lawan di ronde keempat berada di level yang memang jauh lebih tinggi. Karena itu, hasil yang didapat Indonesia dianggap sangat realistis untuk tim yang sedang membangun fondasi baru. Ia menyebut bahwa kegagalan tersebut lebih disebabkan oleh kekuatan lawan, bukan karena Indonesia bermain buruk. Pendekatan ini memberikan perspektif baru bagi publik, seakan mengingatkan bahwa proses tidak selalu linier. Skuad Garuda sudah masuk dalam percakapan besar sepak bola Asia, dan itu saja merupakan sinyal penting untuk masa depan.
“Baca Juga : Timur Kapadze dan Polemik Kursi Pelatih Timnas Indonesia”
Generasi Muda yang Mendorong Perubahan Besar
Salah satu hal yang membuat Kapadze terkesan adalah keberanian Indonesia memberi panggung kepada pemain muda. Ia menyebut banyak nama seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Ivar Jenner yang sebelumnya ia temui di Piala Asia U-23 2024. Saat mempelajari tim, Kapadze menemukan bahwa hampir sepertiga skuad senior saat ini adalah alumni tim U-23 yang pernah ia hadapi. Menurutnya, perkembangan mereka sangat pesat, dan kepercayaan pelatih senior kepada generasi muda menjadi pondasi penting kebangkitan sepak bola Indonesia. Dengan pengalaman internasional lebih banyak, para pemain ini diyakini akan menjadi tulang punggung masa depan.
Keseriusan Indonesia dalam Membangun Identitas Baru
Kapadze melihat keseriusan Indonesia dalam membangun identitas permainan yang lebih modern. Ia memperhatikan bagaimana pola permainan berubah dari waktu ke waktu. Tekanan tinggi, transisi lebih cepat, hingga keberanian bermain melawan tim besar menjadi ciri baru yang membuat Indonesia semakin menarik di mata pelatih internasional. Ia menilai perkembangan ini tidak muncul tiba-tiba, tetapi hasil dari proses panjang. Terutama setelah banyak program pengembangan diterapkan oleh PSSI dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Kapadze, perubahan itu bukan hanya soal taktik, tetapi juga mentalitas pemain yang kini tampak jauh lebih percaya diri.
Ketertarikan Kapadze dan Kontak Awal dengan PSSI
Rumor mengenai kemungkinan Kapadze menjadi pelatih Timnas Indonesia memang membuat publik penasaran. Ia akhirnya mengonfirmasi bahwa memang ada kontak awal dengan PSSI, khususnya dengan Sumardji selaku Ketua BTN. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut belum mengarah pada sesuatu yang konkret. Kapadze menyebut bahwa diskusi baru sebatas pertanyaan apakah ia tertarik menangani Indonesia. Ia mengaku ingin melihat langsung atmosfer sepak bola Indonesia, dan kunjungannya kali ini menjadi langkah pertama. Baru setelah itu, ia membuka peluang untuk berdiskusi lebih jauh jika memang ada keseriusan dari kedua belah pihak.
Indonesia dalam Pandangan Pelatih Asing
Kapadze menggambarkan Indonesia sebagai negara dengan gairah sepak bola yang besar dan potensi pemain muda yang melimpah. Menurutnya, kombinasi itu jarang ditemukan. Ia melihat bahwa dukungan publik menjadi kekuatan terbesar bagi skuad Garuda. Atmosfer stadion, loyalitas suporter, serta kesabaran dalam proses pembangunan membuat Indonesia berbeda dari negara Asia lainnya. Baginya, melatih tim dengan gairah sebesar ini merupakan tantangan yang menarik bagi pelatih mana pun. Karena itulah, ia tidak menutup kemungkinan suatu hari menjadi bagian dari perjalanan besar Indonesia. Ucapannya menjadi tanda bahwa Timnas Indonesia kini berada pada radar pelatih internasional.