Debut Kandang Zidane Tertahan Italia, Donnarumma Jadi Tembok Terakhir
iNews Football – Debut kandang Zidane sebagai pelatih Prancis berakhir tanpa kemenangan setelah Les Bleus bermain imbang 1-1 melawan Italia. Pertandingan UEFA Nations League berlangsung di Stade de France pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dini hari WIB. Michael Olise membawa tuan rumah unggul sebelum Alessandro Bastoni menyamakan kedudukan. Sementara itu, Gianluigi Donnarumma menjadi penghalang bagi usaha Prancis mencetak gol tambahan. Hasil tersebut menghentikan rangkaian kemenangan awal Zidane, tetapi tetap mempertahankan catatan tanpa kekalahan dalam tiga pertandingan pertamanya.
Sambutan Suporter Membuat Kepulangan Zidane Terasa Istimewa
Sebelum pertandingan dimulai, pendukung Prancis memberikan sambutan meriah kepada Zidane. Namanya disambut seruan “Zizou”, sementara spanduk bertuliskan “Bienvenue Chez Toi” menghiasi stadion. Pesan yang berarti “Selamat Datang Kembali di Rumah” itu menggambarkan hubungan emosional antara sang pelatih dan publik Prancis. Namun, suasana hangat tersebut juga membawa harapan besar. Zidane kembali sebagai sosok yang bertanggung jawab mengarahkan permainan dari pinggir lapangan. Dukungan suporter menjadi latar istimewa bagi tugas barunya membangun Les Bleus.
Stade de France Menyimpan Kenangan Besar bagi Zizou
Stade de France memiliki tempat khusus dalam perjalanan Zidane. Ia mencetak gol saat Prancis menghadapi Spanyol pada laga peresmian stadion pada Januari 1998. Beberapa bulan kemudian, dua sundulannya membantu Prancis mengalahkan Brasil 3-0 dalam final Piala Dunia. Karena itu, pertandingan kandang pertamanya sebagai pelatih menghadirkan hubungan kuat antara masa lalu dan masa kini. Namun, kenangan tersebut tentu tidak menjamin hasil di lapangan. Laga melawan Italia menunjukkan bahwa tugas kepelatihan tetap membutuhkan keputusan dan evaluasi yang berbeda dari perannya sebagai pemain.
Michael Olise Memecah Kebuntuan pada Menit Ke-55
Prancis akhirnya menemukan gol pembuka melalui Michael Olise pada menit ke-55. Berawal dari tendangan bebas pendek Rayan Cherki, Olise melepaskan tembakan melengkung dari sekitar 20 meter. Bola mengenai bagian bawah mistar sebelum masuk ke gawang Italia. Momen tersebut memperlihatkan bagaimana variasi bola mati dapat membuka jalan ketika pertandingan masih buntu. Selain kualitas penyelesaian Olise, kerja sama singkat dengan Cherki menjadi bagian penting dari prosesnya. Gol itu memberi Prancis keunggulan, tetapi belum cukup untuk mengamankan kemenangan.
Alessandro Bastoni Membalas setelah Pertahanan Prancis Lengah
Italia menyamakan kedudukan melalui Alessandro Bastoni pada menit ke-68. Bek tersebut memanfaatkan ketidakpastian pertahanan Prancis dan menyelesaikan peluang dengan tembakan rendah. Gol ini mengubah arah pertandingan ketika tuan rumah sedang berusaha mempertahankan keunggulan. Dari sudut pandang pertahanan, kejadian tersebut mengingatkan pentingnya mengawasi pemain yang datang dari lini belakang. Ancaman tidak selalu berasal dari penyerang utama. Karena itu, Prancis perlu meninjau komunikasi dan pengambilan keputusan dalam situasi tersebut, bukan hanya melihat hasil akhirnya.
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Tinggalkan Timnas Portugal, Rafael Leao Kenakan Nomor 7
Donnarumma Menggagalkan Kesempatan Penting Tuan Rumah
Donnarumma tampil menentukan ketika Prancis berusaha menambah gol. Pada awal babak kedua, ia menggagalkan peluang Ousmane Dembélé dan Désiré Doué. Setelah Italia menyamakan skor, sang kiper kembali menghentikan tembakan rendah Adrien Rabiot. Rangkaian penyelamatan tersebut menjaga Italia tetap berada dalam pertandingan. Bagi Prancis, menciptakan kesempatan belum cukup apabila penyelesaian terus berhadapan dengan kiper yang tampil efektif. Penampilan Donnarumma menjadi salah satu alasan utama mengapa tekanan tuan rumah tidak menghasilkan gol kedua.
Peluang Camavinga Tidak Mengubah Hasil Akhir
Prancis masih memiliki kesempatan melalui Eduardo Camavinga pada masa tambahan waktu. Namun, Donnarumma kembali menunjukkan kesiapan untuk mempertahankan gawangnya. Penyelamatan tersebut menutup salah satu peluang terakhir tuan rumah untuk mengubah hasil pertandingan. Dari sisi naratif, laga ini mempertemukan dua usaha yang berbeda: Prancis mengejar kemenangan kandang, sementara Italia menjaga hasil setelah berhasil bangkit. Ketika peluit akhir berbunyi, kontribusi sang kiper menjadi bagian penting dari satu poin yang dibawa pulang tim tamu.
Prancis Juga Harus Menghadapi Kekurangan Pemain
Selain kesulitan menaklukkan Donnarumma, Prancis menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain. Dayot Upamecano menerima kartu kuning kedua pada menit ke-85. Kejadian tersebut menambah tantangan bagi tuan rumah menjelang akhir laga. Dalam kondisi kekurangan pemain, keseimbangan antara menyerang dan menjaga pertahanan menjadi semakin penting. Prancis tetap memiliki kesempatan, tetapi tidak bisa mengabaikan ancaman Italia. Karena itu, evaluasi Zidane perlu mencakup disiplin pemain, selain penyelesaian akhir dan proses kebobolan.
Zidane Tetap Tidak Terkalahkan dalam Tiga Pertandingan
Hasil imbang ini membuat catatan awal Zidane bersama Prancis menjadi dua kemenangan dan satu hasil seri. Sebelumnya, Les Bleus mengalahkan Turki serta Belgia dengan skor masing-masing 1-0. Dengan demikian, Prancis mengumpulkan tujuh poin dari tiga laga. Catatan tersebut merupakan awal yang positif, meskipun kemenangan sempurna gagal berlanjut. Menurut penilaian performa, pertandingan melawan Italia memberikan bahan evaluasi yang lebih luas. Prancis mampu menciptakan peluang, tetapi masih perlu memperbaiki detail agar keunggulan tidak mudah lepas.
Debut Kandang Zidane Menawarkan Harapan dan Catatan Perbaikan
Debut kandang Zidane menghadirkan sambutan emosional, gol indah Olise, dan pertandingan yang tetap terbuka hingga akhir. Namun, hasil 1-1 juga menunjukkan bahwa Prancis belum selalu mampu mengubah peluang menjadi kemenangan. Donnarumma tampil sebagai penghalang, sementara Bastoni memanfaatkan celah yang tersedia. Bagi Zidane, tugas berikutnya adalah mempertahankan kreativitas serangan sambil meningkatkan ketelitian pertahanan. Dukungan publik sudah terlihat jelas. Kini, perkembangan permainan dan konsistensi hasil akan menentukan bagaimana perjalanan barunya bersama Les Bleus terus dibangun.