iNews Football – Manchester United (MU) mengalami musim yang tidak terduga. Tim yang dikenal sebagai raksasa Premier League ini terjebak di papan tengah klasemen. Situasi ini mengejutkan banyak pihak, termasuk mantan manajer mereka, David Moyes. Pria asal Skotlandia ini mengaku merasa aneh melihat posisi MU saat ini. Ia mengungkapkan keheranannya dalam sebuah wawancara eksklusif. Moyes memberikan analisis tajam tentang penyebab penurunan performa tim yang pernah diasuhnya. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai pandangan Moyes dan performa MU musim ini.
MU memulai musim ini dengan ekspektasi tinggi setelah merekrut beberapa pemain bintang. Namun, kenyataan di lapangan jauh dari harapan. Tim asuhan Erik ten Hag kesulitan menemukan konsistensi. Mereka sering kehilangan poin di pertandingan penting. Pertahanan yang rapuh dan lini tengah yang kurang kreatif menjadi masalah utama. Beberapa pemain kunci juga mengalami penurunan performa. Hal ini membuat Manchester United kesulitan bersaing di papan atas klasemen Premier League.
“Baca Juga : Zhang Zhilei vs Agit Kabayel: Siapa yang Menang dan Alasan di Baliknya”
David Moyes mengaku terkejut melihat performa buruk Manchester United musim ini. Menurutnya, tim sebesar MU seharusnya selalu berada di posisi empat besar. Moyes menyebut kurangnya kepemimpinan di dalam tim sebagai salah satu penyebab penurunan performa. Ia juga menyoroti kurangnya kreativitas di lini tengah. Moyes berpendapat bahwa Manchester United perlu mendatangkan playmaker berkualitas untuk mengatasi masalah ini. Pandangannya ini sejalan dengan pendapat banyak pengamat sepak bola.
Salah satu masalah utama MU musim ini adalah lini pertahanan yang mudah ditembus. Duo bek tengah mereka sering kali gagal mengantisipasi serangan lawan. David De Gea, yang biasanya tampil solid, juga terlihat kurang konsisten. Banyak gol yang terjadi akibat kesalahan individu pemain bertahan. Moyes menyoroti hal ini dalam analisanya. Ia menyebut MU membutuhkan bek tengah yang lebih tangguh dan pemimpin di lini belakang untuk meningkatkan performa tim.
“Simak juga: Gabriel Martinelli Absen Sebulan Lebih karena Cedera Hamstring”
Selain masalah di lini pertahanan, kurangnya kreativitas di lini tengah juga menjadi sorotan. MU kesulitan menciptakan peluang matang karena minimnya playmaker. Bruno Fernandes sering kali menjadi satu-satunya sumber kreativitas. Ketergantungan pada Bruno membuat Manchester United mudah ditebak lawan. Moyes menyarankan MU untuk merekrut gelandang kreatif yang mampu mengatur tempo permainan. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk meningkatkan daya serang tim.
Beberapa pemain kunci MU mengalami penurunan performa yang signifikan. Marcus Rashford dan Jadon Sancho kesulitan menemukan konsistensi. Anthony Martial sering cedera, sehingga lini depan Manchester United kehilangan ketajaman. Bahkan, Bruno Fernandes yang biasanya tampil cemerlang, terlihat kurang bersinar. Moyes menilai penurunan performa pemain kunci ini sangat mempengaruhi hasil pertandingan. Ia menyebut kurangnya motivasi dan kepercayaan diri sebagai penyebab utama.
Erik ten Hag sebagai manajer baru Manchester United juga mendapat sorotan. Strategi yang diterapkannya sering kali dianggap kurang efektif. Ia sering merotasi pemain tanpa alasan yang jelas. Hal ini membuat susunan tim menjadi tidak konsisten. Beberapa keputusan taktisnya juga menuai kritik, seperti pemilihan formasi yang tidak sesuai dengan karakter pemain. Moyes menilai ten Hag perlu lebih fleksibel dalam menyusun strategi agar tim bisa tampil lebih maksimal.
MU dikenal sebagai klub yang sering mengorbitkan pemain muda berbakat. Namun, musim ini kontribusi pemain muda kurang maksimal. Alejandro Garnacho dan Facundo Pellistri belum menunjukkan performa yang konsisten. Moyes menyayangkan hal ini. Ia berpendapat bahwa pemain muda Manchester United seharusnya mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Moyes juga menyoroti kurangnya bimbingan dari pemain senior yang berpengalaman.
Cedera pemain kunci menjadi faktor lain yang mempengaruhi performa MU. Raphaël Varane dan Luke Shaw sering absen karena cedera. Absennya pemain bertahan ini membuat lini belakang MU rapuh. Christian Eriksen juga mengalami cedera yang cukup lama. Ketidakhadirannya sangat mempengaruhi kreativitas di lini tengah. Moyes menilai cedera pemain kunci menjadi salah satu alasan utama penurunan performa tim.
David Moyes menyebut penurunan mentalitas juara sebagai masalah besar di MU saat ini. Ia merasa para pemain tidak menunjukkan semangat juang yang tinggi. Kekalahan di beberapa pertandingan penting menunjukkan kurangnya mentalitas pemenang. Moyes mengingatkan bahwa MU adalah klub besar yang seharusnya selalu bermain untuk menang. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan di dalam tim untuk membangun mentalitas juara.
Sebagai klub besar, MU selalu mendapat sorotan media dan ekspektasi tinggi dari fans. Tekanan ini menjadi beban bagi para pemain. Setiap kekalahan atau performa buruk langsung menjadi headline di media massa. David Moyes menyebut tekanan ini bisa mempengaruhi kepercayaan diri pemain. Ia menyarankan agar manajemen MU lebih bijak dalam menghadapi kritik dari media dan fans agar pemain tetap fokus.
Tidak dapat dipungkiri, bayang-bayang kejayaan di era Sir Alex Ferguson masih mempengaruhi MU hingga saat ini. Banyak fans yang masih membandingkan performa tim saat ini dengan era Ferguson. Moyes menganggap perbandingan ini tidak adil. Ia menjelaskan bahwa sepak bola terus berkembang dan situasinya berbeda sekarang. Moyes juga menyebut bahwa membangun tim juara membutuhkan waktu dan kesabaran.
Sebagai mantan manajer MU, David Moyes memberikan beberapa saran untuk memperbaiki performa tim. Pertama, ia menyarankan MU untuk mendatangkan pemain bertahan yang lebih solid. Kedua, merekrut playmaker kreatif untuk meningkatkan daya serang. Ketiga, memberikan lebih banyak kesempatan kepada pemain muda untuk berkembang. Moyes juga menekankan pentingnya membangun mentalitas juara di dalam tim. Menurutnya, hal ini bisa dilakukan dengan mendatangkan pemain senior yang berpengalaman.
Meskipun mengalami musim yang sulit, para fans MU tetap berharap tim kesayangannya bangkit. Mereka ingin melihat MU kembali bersaing di papan atas klasemen. Dukungan fans menjadi motivasi bagi para pemain untuk memperbaiki performa. David Moyes optimis bahwa MU bisa bangkit jika memperbaiki kelemahan yang ada. Ia juga berharap manajemen klub memberikan waktu dan dukungan penuh kepada Erik ten Hag untuk membangun tim yang kompetitif.