iNews Football – Paul Scholes, legenda Manchester United, telah lama dikenal sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di Premier League. Salah satu cerita besar yang tak bisa dilepaskan dari nama Scholes adalah rivalitas antara Manchester United dan Manchester City. Sebagai pemain yang mengenakan jersey merah, Scholes selalu tampil dominan di laga derby, tetapi apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Man City?
Rivalitas antara Manchester United dan Manchester City telah berlangsung lama, jauh sebelum Scholes menjadi bagian dari tim utama United. Sejak City bangkit di era 2000-an, pertemuan antara kedua tim selalu penuh dengan ketegangan. Namun, pada era Scholes, terutama selama 1990-an hingga 2000-an, United lebih dominan, dan City sering kali dianggap sebagai tim yang lebih rendah. Meskipun demikian, Derby Manchester selalu menjadi pertandingan yang sangat dinanti, dan Scholes selalu menjadi tokoh kunci dalam banyak pertemuan tersebut.
“Baca Juga : Manchester City Lolos ke Semifinal Piala FA Usai Comeback Dramatis Lawan Bournemouth”
Scholes adalah pemain yang sangat dihormati oleh penggemar Manchester United. Sebagai gelandang serang, ia dikenal karena kemampuannya dalam mencetak gol dan mengatur serangan. Ketika menghadapi City, Scholes selalu tampil maksimal. Meskipun ia tidak selalu menjadi pencetak gol, peran Scholes dalam mengendalikan permainan di tengah lapangan tidak bisa dipandang sebelah mata. Gaya bermainnya yang tenang, namun penuh kecerdikan, sering kali membuatnya menjadi pusat penguasaan bola dalam pertandingan derby.
Dalam sejarah Derby Manchester, Paul Scholes tercatat mencetak beberapa gol penting, meskipun ia bukanlah pemain yang dikenal sebagai mesin pencetak gol. Salah satu momen paling ikonik terjadi pada musim 2010/2011, ketika Scholes mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti dalam kemenangan 2-1 atas Manchester City. Gol tersebut bukan hanya penting karena mengamankan kemenangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan Scholes dalam memberikan kontribusi krusial di saat yang tepat.
“Simak juga: Emanuel Navarrete Menghabisi Oscar Valdez di Duel Ulang Tinju Dunia 2024”
Namun, seiring berjalannya waktu, kekuatan Manchester City mulai meningkat pesat. Ketika City mendapatkan investasi besar-besaran dari pemilik baru pada akhir 2000-an, mereka mulai menjadi pesaing serius bagi United, dan pertandingan Derby Manchester menjadi semakin intens. Meskipun begitu, Scholes tetap menjadi sosok yang menghalangi City meraih kemenangan, bahkan ketika mereka mulai mendominasi di Premier League. United dan City saling berhadapan dalam kompetisi yang semakin ketat, dengan Scholes sering kali tampil sebagai penghalang bagi ambisi City untuk menjadi yang terbaik di kota Manchester.
Meskipun Scholes dikenal sebagai pemain yang tenang dan terkadang pendiam, ia juga tidak ragu menunjukkan semangat dan agresivitasnya dalam pertandingan. Beberapa pertemuan antara United dan City menyaksikan Scholes terlibat dalam persaingan sengit, baik dalam duel langsung maupun dalam pernyataan pasca-pertandingan. Dalam beberapa kesempatan, Scholes bahkan mencetak gol atau memberikan assist yang menggagalkan harapan City untuk meraih kemenangan. Namun, rivalitas ini juga tidak terlepas dari kontroversi dan ketegangan yang kerap muncul, terutama ketika pemain-pemain City mulai semakin percaya diri.
Setelah pensiun dari lapangan, Scholes sering mengungkapkan pandangannya tentang rivalitas Manchester United dan Manchester City. Dalam beberapa wawancara, ia mengungkapkan bagaimana ia merasa bahwa City seharusnya tidak dapat menyamai prestasi United, mengingat sejarah panjang yang dimiliki Setan Merah. Meskipun demikian, ia juga mengakui bahwa perkembangan City dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dipandang remeh. Scholes tetap memandang City sebagai rival yang harus dihormati, meskipun persaingan antara kedua klub terus memanas.
Pada masa pasca-Scholes, persaingan antara Manchester United dan Manchester City semakin intens, dengan kedua klub terus bersaing untuk menjadi yang terbaik di Premier League. Manchester City, yang sebelumnya dianggap sebagai underdog, kini menjadi salah satu tim terbesar di Inggris. Sementara itu, Manchester United berusaha bangkit kembali setelah era keemasan mereka yang dipimpin oleh Sir Alex Ferguson. Derby Manchester terus menyajikan pertandingan yang penuh drama, dengan kedua tim berusaha meraih supremasi di kota Manchester.
Meskipun Paul Scholes sudah pensiun dan tidak lagi bermain dalam Derby Manchester, pengaruhnya terhadap rivalitas ini tetap terasa. Gol-gol ikonik dan kontribusinya di atas lapangan meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi penggemar United. Selain itu, semangat juangnya juga menjadi simbol dari kekuatan dan ketahanan yang selalu diperlihatkan dalam setiap laga derby. Hingga saat ini, nama Scholes selalu dikenang sebagai bagian integral dari sejarah kemenangan United atas City.