iNews Football – Alexander Isak akhirnya kembali merumput setelah lebih dari tiga bulan absen dari kompetisi resmi. Penyerang andalan Timnas Swedia itu sempat menjadi misteri karena tak terlihat di laga-laga awal musim. Ternyata, Isak sengaja menepi karena kisruh transfer yang belum menemui kejelasan. Ia bahkan menolak tampil untuk Newcastle United dan tidak ikut tur pramusim ke Asia.
Selama dua bulan, Isak hanya menjalani latihan pribadi, terpisah dari skuad utama klub maupun timnas. Baru menjelang laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 bersama Swedia, ia mulai bergabung kembali dan menjalani latihan secara normal. Bisa dimaklumi jika performanya masih jauh dari kata tajam. Isak butuh waktu untuk menemukan ritme permainan dan ketajaman yang sempat menghilang.
Debut Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang Pahit
Isak tidak langsung dimainkan saat Swedia menghadapi Slovenia dan hanya duduk di bangku cadangan saat laga berakhir imbang 2-2. Barulah saat menghadapi Kosovo pada 9 September 2025 dini hari WIB, Isak mendapat kesempatan bermain. Ia masuk pada menit ke-72 menggantikan Anthony Elanga, ketika Swedia tertinggal 0-2 dari Kosovo yang bermain dengan 10 orang.
Meski Kosovo harus bermain dengan kekurangan pemain, Swedia tak mampu memanfaatkan keunggulan tersebut. Bahkan dengan kehadiran Isak, perubahan berarti tidak terjadi di lini depan. Kosovo tetap mampu menjaga keunggulan hingga akhir laga. Hasil ini tentu menjadi kekecewaan besar bagi Swedia yang seharusnya unggul secara materi pemain.
“Baca Juga : Andre Onana: Dari Harapan Besar Manchester United hingga Pintu Keluar Old Trafford”
Aksi Isak di Lapangan: Gagal Cetak Gol, Tapi Tunjukkan Tekad
Dalam waktu sekitar 25 menit bermain, Alexander Isak mencatatkan tiga tembakan. Dua di antaranya tepat sasaran, namun semuanya berhasil digagalkan oleh kiper Kosovo, Arijanet Muric. Salah satu peluang terbaik datang di menit ke-85 ketika Isak mendapat ruang tembak di kotak penalti. Sayangnya, Muric tampil gemilang dan menepis bola dengan sigap.
Tak hanya itu, Isak juga menerima kartu kuning setelah berselisih dengan pemain Kosovo, Filan Afiti. Aksi tersebut menunjukkan bahwa emosi dan tensi pertandingan masih tinggi bagi Isak. Meski gagal mencetak gol, kehadirannya tetap memberikan harapan baru untuk lini depan Swedia yang belakangan ini tumpul.
Komentar Isak Usai Laga: Lega Bisa Bermain Kembali
Meski hasilnya tak memuaskan, Isak terlihat cukup puas bisa kembali merumput. Dalam wawancara setelah laga, ia menyebut bahwa bisa bermain lagi setelah absen panjang adalah hal yang melegakan. “Senang sekali segalanya sudah tuntas sebelum saya gabung timnas dan saya bisa fokus bermain lagi,” ujar Isak kepada Reuters.
Isak juga mengakui bahwa ini merupakan situasi baru dalam kariernya. Ia mengaku belajar banyak dari pengalaman ini, terutama soal membangun mental yang kuat di luar lapangan. Comeback ini sekaligus menjadi titik balik bagi Isak untuk kembali ke performa terbaiknya, baik di tim nasional maupun di level klub.
“Simak Juga : Derby d’Italia: Juventus vs Inter, Lebih dari Sekadar 3 Poin”
Saga Transfer yang Merugikan Semua Pihak
Absen panjang Isak bukan karena cedera, melainkan buntut dari ketegangan terkait masa depannya di Newcastle United. Isak disebut menolak bermain karena tidak ingin mengambil risiko cedera sebelum ada kejelasan soal transfer. Hal ini sempat memicu reaksi negatif dari suporter dan manajemen klub.
Di sisi lain, situasi ini juga merugikan Newcastle yang kehilangan salah satu striker andalannya di awal musim. Saga transfer yang belum selesai membuat banyak pihak frustrasi, termasuk Swedia yang sangat membutuhkan sosok Isak dalam kualifikasi. Kini, setelah kembali bermain, perhatian akan tertuju pada langkah Isak selanjutnya: bertahan di Inggris atau pindah ke klub baru?
Apa Selanjutnya untuk Isak dan Timnas Swedia?
Kekalahan dari Kosovo tentu menjadi alarm keras bagi Timnas Swedia. Mereka harus segera memperbaiki permainan jika ingin lolos ke Piala Dunia 2026. Alexander Isak, meski belum tajam, tetap menjadi harapan utama. Pelatih dan tim pelatih perlu memberi waktu agar ia bisa kembali menemukan sentuhan terbaiknya.
Sementara itu, publik menanti kejelasan nasib Isak di level klub. Apakah ia akan kembali ke Newcastle dengan semangat baru, atau justru segera pindah ke tim lain? Yang jelas, comeback ini menandai kembalinya salah satu striker muda paling berbakat Eropa. Waktu akan menjawab apakah Isak mampu kembali ke puncak performa yang selama ini dinanti-nantikan.