iNews Football – Liverpool harus menelan kekalahan menyakitkan di ajang Community Shield 2025 setelah kalah adu penalti 2-3 dari Crystal Palace. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Wembley pada Minggu malam, 10 Agustus 2025, berakhir imbang 2-2 di waktu normal. Meski unggul lebih dulu melalui gol Hugo Ekitike pada menit ke-4 dan gol Jeremie Frimpong di menit ke-21, The Reds gagal mempertahankan keunggulan. Palace berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti Jean-Philippe Mateta dan gol Ismaila Sarr.
Statistik Dominan Tak Menjamin Kemenangan
Secara statistik, Liverpool tampil lebih dominan dengan 60 persen penguasaan bola, jauh di atas Palace yang hanya mencatat 40 persen. The Reds juga melepaskan 12 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Namun, keunggulan penguasaan bola dan jumlah tembakan tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi kemenangan karena rapuhnya pertahanan.
“Baca Juga : Spanduk ‘UEFA Mafia’ Warnai Kemenangan Crystal Palace di Community Shield”
Lini Belakang Mudah Ditembus
Crystal Palace, meski minim menguasai bola, berhasil mencatat 14 tembakan dengan empat tepat sasaran dan dua berbuah gol. Ini menjadi indikasi nyata bahwa lini belakang Liverpool terlalu mudah ditembus. Padahal, musim lalu, pertahanan solid menjadi kunci keberhasilan mereka meraih gelar Liga Inggris.
Arne Slot Akui Kelemahan
Pelatih Liverpool, Arne Slot, tak menampik bahwa pertahanan menjadi titik lemah timnya. Ia bahkan menyoroti tren kebobolan tinggi selama pramusim, termasuk empat gol saat melawan AC Milan, satu gol dari Yokohama F. Marinos, dan dua gol melawan Athletic Club Bilbao. Slot menegaskan, musim lalu Liverpool kerap menang tipis berkat clean sheet atau hanya kebobolan satu gol, dan kondisi itu harus segera kembali.
“Simak Juga : Modric dan Jashari Tambah Kecerdasan di Lini Tengah Milan”
Palace Manfaatkan Peluang dengan Efektif
Keberhasilan Palace menembus pertahanan Liverpool menunjukkan efektivitas serangan mereka. Meski kalah dominasi, para pemain Palace memaksimalkan setiap peluang, terutama melalui serangan cepat dan transisi yang tajam. Inilah yang membuat mereka bisa mencetak dua gol di waktu normal dan unggul di adu penalti.
PR Besar Jelang Musim Baru
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Liverpool jelang bergulirnya musim baru Liga Inggris. Perbaikan di sektor belakang menjadi prioritas jika ingin kembali bersaing di papan atas. Slot harus segera menemukan formula terbaik untuk mengembalikan kokohnya lini pertahanan, seperti yang menjadi ciri khas mereka di musim lalu.