iNews Football – Timnas Jerman menelan kekalahan mengejutkan dengan skor 0-2 dari Slovakia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Kekalahan ini memunculkan kritik tajam, terutama karena absennya Jamal Musiala, pemain muda andalan Bayern Munich yang tengah cedera.
Musiala Absen karena Cedera Serius
Musiala mengalami cedera fibula dan ligamen pergelangan kaki setelah benturan keras dengan kiper PSG, Gianluigi Donnarumma, di ajang Piala Dunia Antarklub. Cedera tersebut memaksanya menjalani operasi, dan Bayern Munich sudah mengonfirmasi bahwa ia harus menepi selama beberapa bulan ke depan.
Absennya Musiala dianggap sebagai kehilangan besar, baik bagi Bayern maupun Timnas , yang sedang berjuang keras lolos ke Piala Dunia.
“Baca Juga : Luis Suarez: Penyerang Subur dengan Jejak Hitam Kontroversi”
Lothar Matthäus: Musiala Tak Tergantikan
Legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthäus, menilai kekalahan memalukan dari Slovakia tak lepas dari ketiadaan Musiala. Menurutnya, peran Musiala di tim sama pentingnya seperti Lionel Messi bagi Argentina.
“Anda tidak bisa menggantikan Musiala. Tidak bisa, sama halnya dengan Messi. Semoga saja ia segera kembali,” kata Matthäus kepada Sky Sports Jerman.
Matthäus juga menilai buruknya permainan Jerman membuat skor 0-2 masih bisa dianggap beruntung. “Sebenarnya, kami bisa kalah lebih telak. Bahkan 4-0 atau 5-0 bukan hal yang mustahil,” tambahnya.
“Simak Juga : Luka Modric Siap Selamatkan Karier Dele Alli Lewat Swansea City”
Kesalahan Fatal di Lini Pertahanan
Kedua gol Slovakia lahir dari kesalahan pemain Jerman sendiri. Gol pertama terjadi setelah Florian Wirtz kehilangan bola yang kemudian dimanfaatkan lawan. Gol kedua dicetak David Strelec yang sukses mengecoh Antonio Rüdiger sebelum melepaskan tembakan keras.
Matthäus menyebut cara Jerman kalah lebih mengejutkan ketimbang hasilnya. “Pertanyaannya bukan soal kalah, tetapi bagaimana cara kalahnya. Cara bermain kami tadi sungguh mengerikan,” ujarnya.
Jerman dalam Tekanan
Kekalahan ini menambah tekanan bagi pelatih dan pemain Jerman yang masih mencari bentuk permainan konsisten. Tanpa Musiala, kreativitas dan energi lini tengah Jerman terlihat pincang. Jika kondisi ini berlanjut, perjuangan mereka menuju Piala Dunia 2026 bisa semakin berat.