iNews Football – Wayne Rooney menilai kekalahan Liverpool 1-2 dari Chelsea di ajang Premier League, Sabtu (4/10/2025), memperlihatkan masalah besar yang belum terselesaikan di skuad The Reds musim ini. Menurut legenda Manchester United tersebut, kelemahan paling mencolok Liverpool ada di posisi bek kanan, yang kini menjadi titik lemah tim setelah kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid.
Kekalahan Ketiga Beruntun Liverpool
Liverpool sebenarnya sempat memberi perlawanan sengit di Stamford Bridge. Setelah tertinggal oleh gol spektakuler Moises Caicedo, The Reds berhasil menyamakan kedudukan lewat Cody Gakpo di menit ke-63. Namun, gol penentu dari Estevao di masa injury time membuat Liverpool harus pulang dengan tangan hampa.
Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi pasukan Arne Slot, setelah sebelumnya tumbang dari Crystal Palace dan Galatasaray. Hasil tersebut juga membuat mereka kehilangan puncak klasemen, yang kini dikuasai Arsenal usai menang 2-0 atas West Ham United.
Rooney pun mengkritik performa lini belakang Liverpool yang dianggap tidak stabil. “Liverpool punya masalah yang jelas di posisi bek kanan. Conor Bradley keluar dua kali saat jeda babak pertama dalam dua laga terakhir. Itu pertanda mereka kesulitan di sisi tersebut,” ujar Rooney kepada BBC Match of the Day.
“Baca Juga : David Beckham Raup Rp391 Miliar Dividen, Bukti Ketajaman Bisnis Sang Legenda”
Peran Trent Alexander-Arnold Masih Sulit Digantikan
Rooney menyoroti dampak besar kepergian Alexander-Arnold yang selama ini menjadi motor serangan sekaligus tumpuan di sisi kanan pertahanan. Ia menilai, belum ada pemain yang benar-benar mampu menggantikan peran sang bek asal Inggris itu.
“Liverpool sudah mencoba Dominik Szoboszlai di posisi itu, tapi hasilnya kurang maksimal. Lalu ada Jeremie Frimpong yang bahkan tidak dimainkan hari ini. Artinya, mereka sudah mencoba tiga bek kanan berbeda dalam tujuh pertandingan,” ujar Rooney.
Menurutnya, Chelsea membaca situasi itu dengan sangat baik dan berhasil memanfaatkannya. “Lini belakang Liverpool terlihat tidak terorganisir. Bradley dapat kartu kuning dan saya yakin itu alasan utama dia diganti. Ini masalah besar bagi Liverpool, baik hari ini maupun sepanjang musim,” tambahnya.
Arne Slot Tetap Ambil Hal Positif
Meski kecewa dengan hasil akhir, pelatih Arne Slot tetap menilai timnya tampil cukup baik dalam membangun serangan. Ia menganggap kekalahan ini lebih disebabkan oleh ketidakefisienan penyelesaian akhir ketimbang kualitas permainan secara keseluruhan.
“Kalau kamu bermain di Stamford Bridge dan menciptakan peluang sebanyak yang kami buat, itu hal positif,” ujar Slot usai pertandingan.
“Kami kebobolan dua gol dari sedikit peluang lawan. Setelah menyamakan skor, kami seharusnya bisa unggul, tapi keputusan di area sepertiga akhir tidak cukup tajam.”
Slot menambahkan, timnya masih butuh waktu untuk beradaptasi dengan gaya permainan yang ia terapkan. “Ini soal margin kecil. Dalam dua pertandingan tandang terakhir, kami menciptakan lebih banyak peluang, tapi lawan lebih efektif mencetak gol. Kami harus memperbaiki itu,” jelasnya.
Tantangan Berat di Depan
Liverpool kini menghadapi periode krusial di musim 2025/2026. Dengan tiga kekalahan beruntun, tekanan mulai meningkat pada Arne Slot yang baru menggantikan Jürgen Klopp awal musim ini.
Masalah di lini belakang, terutama posisi bek kanan, kini menjadi fokus utama yang harus segera diselesaikan jika Liverpool ingin bersaing di papan atas Premier League.
Wayne Rooney pun menutup komentarnya dengan peringatan tegas, “Liverpool punya materi pemain luar biasa, tapi tanpa keseimbangan di pertahanan, mereka akan kesulitan menutup musim di posisi puncak.”